Transfusi darah
merupakan salah satu bagian penting pelayanan kesehatan modern. Bila digunakan
dengan benar, transfusi dapat menyelamatkan jiwa pasien dan meningkatkan
derajat kesehatan. Indikasi tepat transfusi darah dan komponen darah adalah
untuk mengatasi kondisi yang menyebabkan morbiditas dan mortalitas bermakna
yang tidak dapat diatasi dengan cara lain.
Data pembanding berikut berasal dari India, didapat dari 1.585 bank darah yang
telah mendapat lisensi, 45% adalah milik pemerintah dan 23% milik swasta. Struktur manajemennya berbeda dan tidak ada koordinasi yang efektif.
Sebagian besar bank darah tersebut mengumpulkan kurang dari 1.000 kantong darah
tiap tahun. Data menunjukkan bahwa 74% transfusi pada pasien dewasa adalah
tidak tepat.1
WHO Global Database on Blood Safety melaporkan bahwa 20% populasi dunia berada
di negara maju dan sebanyak 80% telah memakai darah donor yang aman, sedangkan
80% populasi dunia yang berada di negara berkembang hanya 20% memakai darah
donor yang aman.1
WHO telah mengembangkan strategi untuk transfusi darah yang aman dan
meminimalkan risiko tranfusi. Strategi tersebut terdiri dari pelayanan
transfusi darah yang terkoordinasi secara nasional; pengumpulan darah hanya
dari donor sukarela dari populasi risiko rendah; pelaksanaan skrining terhadap
semua darah donor dari penyebab infeksi, antara lain HIV, virus hepatitis,
sifilis dan lainnya, serta pelayanan laboratorium yang baik di semua aspek,
termasuk golongan darah, uji kompatibilitas, persiapan komponen, penyimpanan
dan transportasi darah/komponen darah; mengsurangi transfusi darah yang tidak
perlu dengan penentuan indikasi transfusi darah dan komponen darah yang tepat,
dan indikasi cara alternatif transfusi.1
Download selengkpanya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar