Tampilkan postingan dengan label Biologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Biologi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 28 Oktober 2011

Parenkim dan Kolenkim


Parenkim adalah jaringan dasar yang berfungsi untuk memeperkuat kedudukan jaringan-jaringan lain. Parenkim terdapat pada akar, batang, daun, dan buah. Selain sebagai jaringan dasar,  parenkin mempunyai fungsi yang bervariasi. Sel parenkim mempunyai organel yang lengkap. Karena itu dapat melakukan berbagai fungsi. Sel-selnya dapat berubah sifatnya menjadi meristematik (dapat memperbanyak diri). Kemampuan ini dapat terlihat pada penyembuhan luka, regenerasi, pembentukan akar samping dan tunas, dan bersatunya batang pada waktu menyambung. Sekelompok sel parenkim yang terpisah atau jika hanya satu sel saja, mempunyai kemampuan untuk tumbuh menjadi tumbuhan baru bial berada pada lingkungan yang cocok. Hal ini dilakukan pada kultur jaringan. Parenkim dapat pula sebagai tempat penyimpanan makanan cadangan atau menjadi sel-sel sekresi yang menghasilkan getah atau damar.

Epidermis



Epidermis terdapt juga pada akar muda, daun dan buah. Struktunya mempunyai variasi dengan fungsi yang berbeda. Epidermis pada permukaan daun dan batang biasanya dilapisi semacam zat lemak yang disebut kutin, lapisan ini disebut kutikula yang kedap air.  Pada akar muda epidermis mempunyai peran sebagai peresap air dan dapat berubah menjadi bulu akar.
Pada batang muda dan daun, beberapa sel epidermis mengalami perubahan bentuk menjadi sel penutup mulut daun (stomata atau stoma). Mulut daun diperlukan untuk pertukaran gas pada proses respirasi dan fotosintesis. Bila batang menjadi lebih tua, epidermis diganti dengan lapisan gabus. Untuk pernapasan terbentuk daerah-daerah pada lapisan gabus yang sel-selnya renggang, disebut lentisel. Epidermis dapat pula berubah menjafi serat (kapas), rambut kelenjar, atau rambut (trikoma) pada permukaan daun

Metabolisme Karbohidrat


Satu garam karbo hidrat memiliki ± 4,1 kalori. Setalah karbohidrat di absopsi melalui asus selnajutnya akan masuk kedalam aliran darah dalam bentuk glukosa dan melalui vena porta dialirkan ke hati. Di dalam hati glukosa dirubah menjadi glikogen dan kadar gula darah diusahakan dalam batas-batas konstan. Didalam sluran darah karbohidrat praktis hanya dalam bentuk glukosa, karena terlebih dahulu fruktosa dan galaktosa diubah menjadi glukosa.
Bila jumlah karbo hidrat yang dimakan melebihi keperluan tubuh akan kalori, sebagian glikogen ditimbun di hati dan otot. Karena kapasitas pembentukan glikogen sangat terbatas. Dan bila penimbunan glikogen mencapai batasnya, kelebihan karbohidrat diubah menjadi lemak dan ditimbun di dalam jaringan-jaringan lemak.
Oksidasi glukosa di dalam jaringan terjadi secara bertingkat dengan melepaskan energi sedikit demi sedikit. Melalui proses-proses kimiawi. Glukosa dan glikogen diubah menjadi asan pruvat. Asam piruvat melalui proses siklis masuk siklus Krebs, menghasilkan CO2 + H2O dengan melepaskan energi dalam bentuk persenyawaan Adenosin Trifosfat (ATP) yang mudah melepaskan energinya sambil berubah menjadi Adenosin Difosfat (ADP).
Sebagai asam pruvat diubah menjadi asam laktat dan keluar dari sel-sel jaringan melalui pembuluh darah, terus masuk ke hati. Di dalam hati asam laktat diubah menjadi asam pruvat dan diteruskan menjadi glikogen kembali. Metabolisme karbohidrat dipengaruhi oleh enzim-enzim dan hormon-hormon tertentu

Fungsi Karbohidrat


Karbohidrat mempunyai beberapa fungsi utama yang tidak dapat digantikan oleh zat makanan lain. Misalnya sel-sel otak dan lensa mata serta jaringan saraf secara sfesifik bergantung pada glukosa sebagai sumber energi. Karbohidrat juga berperan penting dalam proses metabolisme, menjaga keseimbangan asam dan basa, dan pembentukan struktur sel, jaringan dan organ tubuh. Bahkan bagian karbohidrat dalam makanan yang tidak dapat dicerna, seperti selulosa memberikan kegunaan-kegunaan khusus daslam tubuh. Fungsi khusus lain, misalnya laktosa membantu penyerapan kalsium.
 Ribosa adalah monosakarida yang mempounyai 5 atom c merupakan komponen penting dalam asam nukleat.

Karbohidrat


Golongan karbohidrat antara lain: gula, tepung dan selulosa berasal dari tumbuhan. Molekul karbohidrat tersusun atas unsur-unsur karbon (C), hidrogen (H) dan oksigen (O). Sesuai dengan kekomlekan susunan dan jumlah molekulnya, karbohidrat yang terdapat dalam makanan dapat dibagi menjadi tiga golongan yakni:
  1. Monosakarida (karbohidrat yang terdiri dari satu gugusan gula). Contoh : glukosa, fruktosa, galaktosa dan mannosa.
  2. Disakakarida (karbohidrat yang terdiri dari dua gugusan gula). Contoh: sukrosa, laktosa dan maltosa.
  3. Polosakarida (karbohidrat yang terdri dari lebih dari sepuluh gugusan gula). Contoh: tepung (amilum), selulosa dan glikogen.
Glukosa, terutama yang terdapat dalam darah, sangat penting digunakan sebagai bahan bakar untuk menghasilkan energi. Dalam keadaan normal seseorang mempunyai 70 sampai dengan 100 mg glikosa per 100 ml darah. Hiperglikemia adalah keadaan dimana kadar glukosa darah lebih tinggi daripada normal, sedangkan hipoglikemia lebih rendah daripada normal.

Iklan Advertising