Halaman ini menggambarkan struktur unsur-unsur perioda 3 mulai dari
natrium sampai argon, dan menunjukkan bagaimana struktur tersebut dapat
digunakan untuk menjelaskan sifat fisik unsur-unsur tersebut.
Variasi sifat fisik pada perioda 3
Titik leleh dan titik didih
Saat ini kita akan menjelaskan semua hal yang mengalami peningkatan dan penurunan seperti yang digambarkan pada pada diagram.
Daya hantar listrik
Natrium, magnesium dan alumunium semuanya adalah konduktor listrik yang baik. Tidak satu pun dari sisanya menghantarkan listrik.
Penjelasan kecenderungan sifat
Tiga Struktur logam
Natrium,
magnesium dan alumunium semuanya memiliki struktur logam, yang
menentukan pada konduktifitas listriknya dan titik leleh dan titik didih
yang relatif tinggi.
Titik leleh dan titik didih meningkat
seiring dengan urutan logam karena kenaikan jumlah elektron yang mana
tiap atom dapat mengkontribusikannya untuk mendelokaliasasi “lautan
elektron”. Ukuran atomya juga lebih kecil dan memiliki lebih banyak
proton seiring urutan dari natrium ke magnesium dan ke alumunium.
Daya tarik dan juga titik leleh dan titih didihnya meningkat karena:
- Inti atom memperoleh lebih banyak muatan positif.
- Lautan elektron menghasilkan muatan yang lebih negatif.
- Lautan elektron lebih dekat ke inti dan karena itu tertarik lebih kuat.
Silikon – suatu struktur kovalen raksasa
Silikon
adalah non logam, dan memiliki struktur kovalen raksasa sama persis
dengan karbon pada intan – karena itu memiliki titik leleh tinggi. Kamu
harus memutuskan ikatan kovalen terlebih dahulu untuk melelehkannya.
Tidak
terdapat elektron bebas pada struktur, dan meskipun silikon dapat
menghantarkan arus listrik, hal itu tidak sama dengan logam. Silikon
adalah sebuah semikonduktor.
Empat unsur molekuler
Fosfor,
belerang, klor dan argon adalah substansi melekuler sederhana dengan
hanya memiliki dayatarik van der Waals diantara molekul-molekulnya.
Titik leleh dan titik didihnya akan lebih kecil dibandingkan dengan
anggota pertama perioda yang memiliki struktur raksasa. Keberadaan
molekul yang menyendiri mencegah elektron untuk mengalir, dan tidak
satupun dari keempat unsur tersebut yang dapat menghantarkan listrik.
Ukuran titik leleh dan titik didih ditentukan oleh ukuran molekul:
Molekul argon berada dalam bentuk atom argon tunggal.
Fosfor
Terdapat bentuk umum fosfor. Data pada diagram di atas berlaku untuk fosfor putih yang mengandung molekul P4.
Untuk melelehkan fosfor kamu tidak perlu memutuskan satu ikatan kovalen
pun – hanya terdapat gaya van der Waals yang lebih lemah.
Belerang
Belerang berada pada bentuk atom cincin S8.
Molekulnya lebih besar dibandingkan molekul fosfor, dan karena itu
dayatarik van der Waals akan lebih kuat, dan hal ini mengawali
pada titik leleh dan titik didih yang lebih tinggi.
Klor
Klor, Cl2,
merupakan molekul yang lebih kecil dengan dayatarik van der Waals yang
lemah, dan karena itu klor akan memiliki titik leleh dan titik didih
yang lebih rendah dibandingkan dengan belerang atau fosfor.
Argon
Molekul
argon hanya terdiri dari atom argon tunggal, Ar. Kemungkinan dayatarik
van der Waals sangat terbatas dan karena itu titik leleh dan titik didih
argon lebih rendah lagi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar